Pancasila merupakan dasar Negara Indonesia serta pandangan hidup bangsa Indonesia. Didalam Pancasila tertuang lima butir sila yang masing-masing memiliki makna penting dalam kehidupan bangsa Indonesia. Kehidupan bangsa Indonesia akan sejahtera, aman , dan damai apabila seluruh rakyatnya melaksanakan apa yang tertuang dalam nila-nilai Pancasila. Salah satu sila dalam Pancasila , yaitu ‘ Persatuan Indonesia” yang merupakan sila ketiga dari pancasila.
Nilai yang terkandung dalam sila persatuan Indonesia tidak dapat di pisahkan dengan keempat sila lainya karena seluruh sila merupakan satu kesatuan yang bersifat sistemastis. Sila persatuan Indonesia didasari dan dijiwai oleh sila Ketuhanan yang maha esa dan kemanusiaan yang adail dan beradap serta mendasari dan menjiwai sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam dalam permusyawaratan perwaakilan dan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sila ketiga dilambangkan dengan pohon beringin yang merupakan pohon besar, memiliki ranting panjang yang dapat menjadi tempat berteduh dan menyejukkan. Selain itu, pohon beringin juga memiliki akar yang sangat kuat dan menjalar di mana-mana seperti keanekaragaman suku dan bangsa Indonesia yang harus tetap bersatu.
Penerapan sila ketiga Pancasila sebagai berikut :
1. Menempatkan persatuan , kesatuan, kepentingan, dan keselamatan bersama diatas kepentingan pribadi maupun golongan
2. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan Negara.
3. Cinta tanah air dan bangsa.
4. Bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia.
5. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang berbineka tunggal ika.
Nilai persatuan Indonesia mengandung makna usaha kearah bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme dalam Negara kesatuan republik Indonesia. Persatuan Indonesia sekaligus mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman yang dimiliki bangsa Indonesia.
Secara umum , nilai sila ketiga dapat dilihat dalam penjelasan berikut.
1. Persatuan dan kesatuan dalam arti idiologis , ekonomi, politik, social budaya, dan keamanan.
2. Menifestasi paham kebangsaan yang memberi tempat bagi keragaman budaya dan etnis.
3. Menghargai keseimbangan antar kepentingan pribadi dan kepentingan masyarakat.
4. Menjunjung tinggi tradisi perjuangan serta kerelaan untuk berkorban dan membela kehormatan bangsa dan Negara.
5. Adanya nilai patriotik serta penghargaan rasa kebangsaan sebagai realitas yang dinamis.
Dalam kehidupan sehari-hari , masyarakat dapat menunjukkan sikap dan perilaku yang sesuai dengan sila ketiga pancasila yaitu sebagi berikut :
1. Mengembanmgkan sikap saling menghargai antar suku agama, ras dan antar golongan.
2. Mengembangkan sikap saling asah, saling asih, dan saling asuh.
3. Tidak membeda-bedakan warna kulit , suku dan etnik.
4. Membina persatuan dan kesatuan demi terwujudnya kemajuan bangsa dan Negara.
Pengamalan sila ketiga dalam kehidupan sehari-hari
Kondisi geografis di Negara Indonesia sangat beragam. Ada wilayah dataran berupa dataran rendah, bukit, lembah, gunung, dan pegunungan. Ada pula wilayah perairan seperti sungai, pantai, danau, laut teluk, dan selat. Keragaman ketampakan alam itu sangat berguna untuk memenuhi beragam kebutuhan manusia. Oleh sebab itu, kita harus mensyukuri anugerah Tuhan ini.
Selain keberagaman ketampakan alam, di Negara Indonesia juga terdapat keberagaman suku, budaya, serta adat istiadat. Meskipun terdapat keberagaman dalam kehidupan masyarakat , namun tetap dapat dipesatukan dengan pedoman pada dasar Negara Pancasila , yaitu sila ketiga, Persatuan Indonesia.
Sila ketiga mengandung makna usaha kea rah bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme dalam Negara kesatuan republik Indonesia.
Berikut contoh penerapan sila ketiga Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.1. Cinta pada tanah air untuk menjaga persatuan dan kesatuan ditengah masyarakat karena menyadari bahwa kita bertanah air yang satu , yaitu tanah iar indonesai.
2. Bergaul dengan masyarakat tanpa memandang perbedaan suku , agama, ras, dan antar golongan.
3. Mencintai produk dalam negeri bangsa Indonesia.
4. Menggunakan bahasa daerah dan nasional secara baik dan benar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar