KONDISI POLITIK NEGARA ASIA TENGGARA
Negara Indonesia dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara lainnya membentuk kerja sama melalui organisasi ASEAN (Association of South East Asian Nations) atau disebut juga organisasi negara-negara Asia Tenggara. Sampai saat ini, ASEAN telah mempunyai anggota sebanyak 11 negara. Berikut kondisi masing-masing begara anggota ASEAN.
1. Indonesia
Nama Resmi Negara : Republik Indonesia
Bentuk pemerintahan : Republik
Kepala Negara/pemerintahan : Presiden
Ibu Kota : Jakarta
Bahasa Nasional : Indonesia
Mata Uang : Rupiah (IDR)
Luas Wilayah : 1.904.569 km2
Jumlah Penduduk : 253.609.643 jiwa (estimasi Juli 2014)
Hari Kemerdekaan : 17 Agustus 1945
Lagu Nasional : Indonesia Raya
Agama : Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Budha, konghucu
Perbatasan : Samudra Hindia, Timor Leste, Australia, Papua Nugini, Filiphina, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura
Indonesia merupakan negara dengan luas wilayah terbesar di Asia Tenggara. Negara kepulauan ini memiliki kurang lebih 17.000 pulau. Fakta geografis ini membuat warga Indonesia terdiri atas berbagai suku, agama, dan budaya. Ada ratusan suku serta ratusan dialek di seluruh wilayah Indonesia.
Pancasila merupakan dasar negara yang ditetapkan oleh para pendiri bangsa Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila diambil dari tradisi serta nilai-nilai bangsa. Nilai-nilai ini dianggap mampu menjadi landasan perilaku bangsa yang beragam latar belakang etnis dan budayanya.
2. Malaysia
Nama Resmi Negara : Malaysia
Bentuk Pemerintahan : Monarki konstitusional
Kepala Negara : Raja bergelar Yang Dipertuan Agung
Kepala Pemeintahan : Perdana Menteri
Ibu Kota : Kuala Lumpur
Bahasa : Melayu, Inggris, Cina, Tamil
Mata Uang : Ringgit (MYR)
Luas Wilayah : 330.803 km2
Jumlah Penduduk : 31.746.000 jiwa
Hari Kemerdekaan : 31 Agustus 1957 (dari Inggris)
Lagu Nasional : Negaraku
Agama : Islam, Kristen, Hindu, Budha, konfusianisme
Tahun 1400-an wilayah di Selat Malaka mulai dikenal sebagai pusat perdagangan. Sejak saat itu, wilayah tersebut menjadi daerah yang diperebutkan. Tahun 1511, Portugis berhasil menguasai Malaka. Tahun 1641, Belanda mengambil alih. Lalu, tahun 1786 Inggris masuk ke Malaka dan menguasai Pulau Penang. Tahun 1824, Belanda menyerahkan Malaka ke Inggris. Pada masa Perang Dunia ke-II, Jepang sempat menduduki Malaka, namun kemudian Inggris berhasil menguasai kembali Semenanjung Malaya di tahun 1945. Tiga tahun kemudian, Inggris membentuk Federasi Malaya. Di tahun 1957, Federasi Malaya berhasil mendapatkan kemerdekaannya. Inggris juga menyerahkan Penang dan Malaka.
3. Myanmar
Nama Resmi Negara : Union of Burma
Bentuk pemerintahan : Junta Militer
Kepala negara : Presiden
Kepala pemerintahan : perdana menteri
Ibu Kota : Nay Pyi Taw
Bahasa Nasional : Myanmar
Mata Uang : Kyat (MMK)
Luas Wilayah : 676.578 km2
Jumlah Penduduk : 55.746.253 jiwa (estimasi Juli 2014)
Hari Kemerdekaan : 4 Januari 1948 (dari Inggris)
Lagu Nasional : Kaba Ma Kyei (Till the End of the World, Myanmar)
Bahasa : Burma
Agama : Budha, kristen, dan Islam
Perbatasan : Banladesh, Cina, India, Laos, Thailand, Laut Andaman, dan Teluk Benggala
Tahun 1948, Myanmar menjadi negara merdeka yang menganut sistem demokrasi parlementer. Perdana menteri pertama bernama U Nu. Tahun 1958, pihak militer yang dipimpin oleh jenderal U Ne Win menjatuhkan U Nu. Mereka mengambil alih kekuasaan negara. Sejak saat itu Myanmar menganut sistem satu partai politik dan meninggalkan sistem demokrasi parlementer.
4. Filipina
Nama resmi negara : Republik Filipina
Ibu Kota : Manila
Bahasa : Filipino (Tagalog), Inggris, Spanyol
Mata Uang : Peso (PHP)
Luas Wilayah : 343.448 km2
Jumlah Penduduk : 107.668.231 jiwa (estimasi Juli 2014)
Hari Kemerdekaan : 12 Juni 1898 (dari Spanyol)
Lagu Nasional : Lupang Hinirang (Chosen Land)
Bahasa : Filipino/Tagalog (bahasa resmi)
Agama : Katolik, kristen, dan Islam
Perbatasan : Laut Cina Selatan, Laut Sulawesi, Laut Filipina, dan Laut Sulu
Nama Filipina berasal dari Philip II, raja Spanyol di abad 16 saat Filipina dikuasai Spanyol. Pada tahun 1898, Spanyol menyerahkan kekuasaan atas Filipina ke Amerika Serikat setalah perang Spanyol-Amerika. Di tahun 1935, Filipina sudah memiliki pemerintahan sendiri, namun kemerdekaan mereka tertunda oleh perang dunia II dan serangan dari tentara Jepang, hingga akhirnya tentara Amerika Serikat berhasil membebaskan Filipinapada tahun 1944-1945.
Negara Republik Filipina diproklamasikan pada tanggal 4 Juli 1946 yang dikenal sebagai Hari Republik.
5. Singapura
Nama resmi negara : Republik Singapura
Kepala Negara : Presiden
Kepala Pemerintahan : Perdana Menteri
Ibu Kota : Singapura
Bahasa : Inggris, Melayu, Mandarin, dan Tamil
Mata Uang : Dolar Singapura (SGD)
Luas Wilayah : 716 km2
Jumlah Penduduk : 5.567.301 jiwa (estimasi Juli 2014)
Hari Kemerdekaan : 9 Agustus 1965 (dari Federasi Malaysia)
Lagu Nasional : Majulah Singapura
Agama : Budha, Islam, Hindu, Katolik, kristen dll
Perbatasan : Malaysia dan Indonesia
Bahasa : Cina Mandarin, Inggris, Melayu, dan Tamil
Singapura adalah wilayah terkecil di wilayah Asia Tenggara. Jumlah penduduknya paling sedikit. Namun, Singapura dapat menjadi negara yang paling maju. Hal ini tidak lepas dari peran Lee Kuan Yew, pendiri dan perdana menteri pertama Singapura. Ia memegang jabatan perdana menteri selama tujuh periode berturut-turut.
Selama masa kepemimpinannya, Lee Kuan Yew melakukan banyak perubahan. Ia dapat membangkitkan semangat bekerja warga Singapura untuk mewujudkan Singapura maju. Singapura tidak saja maju di antara negara-negara di wilayahnya, namun juga di antara negara-negara di dunia.
Sampai hari-hari terakhirnya di tahun 2015, Lee Kuan Yew terus berbakti menyumbangkan pemikirannya kepada Singapura.
6. Brunei Darussalam
Nama resmi negara : Brunei Darussalam
Bentuk pemerintahan : monarki konstitusional
Kepala Negara : Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah
Ibu Kota : Bandar Seri Begawan
Bahasa : Melayu, Inggris
Mata Uang : Brunei Dollar (BND)
Luas Wilayah : 5.765 km2
Jumlah Penduduk : 422.675 jiwa (estimasi Juli 2014)
Hari Kemerdekaan : 1 Januari 1984 (dari Inggris)
Lagu Nasional : Allah Peliharakan Sultan
Agama : Islam, Budha, konghucu, dan kristen
Perbatasan : Laut Cina Selatan dan Malaysia
Brunei adalah negara kecil yang terletak di bagian utara Pulau Kalimantan. Brunei berhasil memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1984, setelah hampir satu abad berada di bawah kekuasaan Inggris. Saat ini Brunei merupakan negara yang pendapatan per kapitanya tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Sistem pemerintahan Brunei berbentuk Kesultanan Islam, yang dipimpin oleh seorang sultan.
7. Kamboja
Nama resmi negara : Kerajaan kamboja
Kepala Negara : Raja
Kepala Pemerintahan : Perdana
Ibu Kota : Phnom Penh
Bahasa Nasional : Khmer
Mata Uang : Riel (KHR)
Luas Wilayah : 181.035 km2
Jumlah Penduduk : 15.458.332 jiwa (estimasi Juli 2014)
Hari Kemerdekaan : 9 November 1953 (dari Perancis)
Lagu Nasional : Nokoreach (Royal Kingdom)
Perbatasan : Teluk Thailand, Thailand, Laos, Vietnam
Agama : Buddha Theravada
Luas wilayah Kamboja tidak besar. Wilayah Angkor merupakan pusat pemerintahan Khmer. Kekaisaran ini menguasai sebagian besar daratan utama Asia Tenggara di abad ke-9 sampai dengan abad ke-23. Bangunan peninggalan kekaisaran Khmer yang sangat terkenal adalah candi Angkor yang juga dijadikan lambang di bendera negara Kamboja.
8. Thailand
Nama resmi negara : Kerajaan Thailand
Kepala Negara : Raja
Kepala Pemerintahan : Perdana Menteri
Ibu Kota : Bangkok
Bahasa : Thai
Mata Uang : Baht (THB)
Luas Wilayah : 513.120 km2
Jumlah Penduduk : 67.741.401 jiwa (estimasi Juli 2014)
Hari Kemerdekaan : – (tidak pernah dijajah oleh negara lain)
Lagu Nasional : Phleng Chat Thai (National Anthem of Thailand)
Agama : Budha, Islam, dan Kristen
Perbatasan : Laut Andaman, Teluk Thailand, Myanmar, Kamboja, Laos, dan Malaysia.
Thailand adalah satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah. Dahulu dikenal sebagai “Siam”. Thailand sendiri memiliki arti “Tanah Kebebasan”. Sejak 1932, Thailand menganut sistem monarki konstitusional yang dipimpin oleh seorang raja. Raja kemudian memilih perdana menteri dari anggota dewan perwakilan. Thailand mulai dihuni oleh manusia diperkirakan pada 2000 tahun sebelum Masehi. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya situs arkeologi di Ben Chiang.
9. Vietnam
Kepala Negara : Presiden
Kepala Pemerintahan : Perdana Menteri
Ibu Kota : Hanoi
Bahasa Nasional : Vietnam
Mata Uang : Dong (VND)
Luas Wilayah : 331.210 km2
Jumlah Penduduk : 93.421.835 jiwa (estimasi Juli 2014)
Hari Kemerdekaan : 2 September 1945 (dari Perancis)
Lagu Nasional : Tien quan ca (The Song of the Marching Troops)
Perbatasan : Teluk Thailand, Teluk Tonkin, Laut Cina Selatan, Laos, dan Kamboja
Vietnam merupakan sebuah negara sosialis yang dipimpin oleh Partai Komunis Vietnam. Presiden merupakan kepala negara yang sekaligus menjadi pemimpin militer. Perdana menteri dipilih untuk menjalankan pemerintahan.
Penduduk awal Vietnam berasal dari lembah Sungai Merah sekitar 5000 tahun yang lalu. Mereka bertahan sampai sekitar 207 SM. Mereka ditaklukkan oleh seorang pemimpin Cina yang membentuk kerajaan bernama Nam Viet.
10. Laos
Kepala Negara : Presiden
Kepala Pemerintahan : Perdana Menteri
Ibu Kota : Vientiane
Bahasa Nasional : Lao
Mata Uang : Kip (LAK)
Luas Wilayah : 237.955 km2
Jumlah Penduduk : 6.803.699 jiwa (estimasi Juli 2014)
Hari Kemerdekaan : 19 Juli 1949 (dari Perancis)
Lagu Nasional : Pheng Xat Lao (Hymn of the Lao People)
Perbatasan : Myanmar, Kamboja, Cina, Thailand, dan Vietnam
Nenek moyang penduduk Laos berasal dari Cina Selatan. Pada tahun 1353 penduduk Laos dipimpin oleh Fa Ngoun, yang menyebut wilayah yang dipimpinnya sebagai “Kerajaan Sejuta Gajah”. Kerajaan besar ini bertahan hingga tahun 1700-an sampai akhirnya terpecah-belah.
Sekitar tahun 1800, sebagian besar Laos dikuasai oleh Siam. Kemudian Perancis mengambil alih dan memerintah di sana tahun 1893. Pada Tahun 1893, Perancis mengambil alih kekuasaan. Pada tahun 1954, Perjanjian Geneva menetapkan Laos sebagai sebuah negara yang bebas dan netral. Perang saudara masih berkecamuk antara pasukan yang setia kepada pemerintah melawan gerilyawan komunis Pathet Laos.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar